mukat mjc
mukat mjc

Awali November, Illiza Blusukan ke Rumah Warga Penderita Stroke

Wednesday, 4 November 2015 | 16:52 WIB

Illiza blusukan ke rumah warga penderita stroke

Illiza Blusukan ke Rumah Warga Penderita Stroke. {Foto Dishubkomintel Banda Aceh]

SENIN, 2 November 2015, usai merampungkan rutinitas kedinasannya di Balai Kota Banda Aceh, Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal bertandang ke rumah warga. Dia bertatap muka dengan warga di wilayah Kecamatan Kutaraja.

Pada blusukan tersebut, ia tidak sendiri. Illiza memboyong seluruh asisten dan sejumlah kepala bagian di lingkungan Sekdako Banda Aceh. Sejumlah kepala SKPK juga turut menemani blusukan Illiza tersebut.

Adalah rumah Arifin (60) yang pertama dikunjunginya. Pemilik rumah di bilangan Gampong Lampaseh Kota ini kini menderita stroke, sehingga aktivitas kesehariannya terhambat.

Jumpa dengan wali kota, Arifin memohon dipermudah bantuan transportasi untuk ia berobat rutin ke rumah sakit. Selama ini, dirinya diantarkan oleh anak lelakinya menggunakan becak setiap menjalani fisioterapi di RSUZA.

Mendengar itu, Illiza langsung menginstruksikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, ibu Media Yulizar yang turut mendampinginya untuk mengupayakan bantuan pelayanan khusus berupa angkutan ambulance antar-jemput Arifin berobat ke rumah sakit. “Tolong nanti didata warga desa ini yang juga memerlukan ambulance agar bisa sama-sama berangkat ke rumah sakit dengan Pak Arifin,” kata Illiza sebagai dilansir laman resmi Dishubkominfo Banda Aceh.

Kepada Arifin, Illiza berpesan agar terus berikhtiar untu kesembuhan penyakitnya. Dirinya pun berharap supaya bapak Arifin bisa tetap sabar dan tabah. “Semoga dengan sakit ini bisa meluruhkan dosa-dosa.”

Sebelum beranjak pamit, Illiza atas nama Pemko Banda Aceh menyerahkan sejumlah bantuan berupa satu spring bed untuk tempat tidur Arifin dan paket sembako.

Lantas dari Gampong Lampaseh Kota, Illiza dan rombongan bergerak menuju rumah Nursiah (65) di Gampong Merduati. Ibu usia renta ini sudah lama menderita stroke, dan selama ini hanya mampu berbaring saja di tempat tidur. Walaupun masih bisa mendengar lawan bicara, namun untuk berkomunikasi sudah sulit buat Nursiah.

Duduk bersimpuh di sisi ranjang Nursiah, Illiza mendengarkan keluh kesah dari anak perempuan Nursiah akan kesulitan ekonomi yang dialami keluarganya. Ia pun mengaku kerap meninggalkan ibunya sendirian di rumah untuk berjualan.

Kepada Illiza, ia meminta bantuan modal untuk membuka usaha kecil-kecilan di dekat rumah. Dengan begitu, ia pun bisa lebih fokus merawat ibunya yang menderita stroke.

“Pak Tar, tolong ibu ini nanti dibantu modal usahanya,” pinta Illiza kepada Kadinsonaker Tarmizi Yahya yang ikut serta dalam rombongan. Menanggapi hal itu, Tarmizi menyanggupi untuk memproses secepatnya. “Kita akan lengkapi berkas-berkas dan proposalnya dengan dibantu langsung oleh pihak kecamatan,” katanya seraya meneruskan instruksi Illiza kepada Camat Kutaraja Wahyudi yang berdiri di sampingnya.

Usai mendoakan Nursiah dan menyerahkan bantuan tempat tidur serta paket Sembako, Illiza dan rombongan pun pamit kepada ibu Nursiah.

Di halaman rumah Nursiah, Illiza menyempatkan diri untuk bersalaman dengan warga setempat dan memenuhi permintaan foto bersama dari ibu-ibu dan anak-anak tetangga Nursiah.

Selanjutnya, rumah Suid AK (70), warga Gampong Peulanggahan menjadi rumah terakhir yang dikunjungi Illiza hari itu. Walau menderita stroke, namun Suid masih mampu berjalan dengan bantuan tongkat. Ia pun masih rajin pergi ke masjid di dekat rumahnya untuk menunaikan shalat berjamaah.

Keteguhan hati Pak Suid, membuat Illiza terkesan. “Pak Suid harus menjadi contoh bagi kita semua. Di tengah keterbatasan fisik dan ekonomi, beliau tetap ingat kepada Allah SWT dan masih selalu menyempatkan shalat berjamaah di masjid,” ujar Illiza di hadapan keluarga Suid dan para asisten serta Kepala SKPK.

Lantas, demi memudahkan mobilitas Pak Suid khususnya untuk ke masjid, Illiza menyerahkan bantuan satu unit kursi roda. Saat diminta untuk menjajal kuris roda barunya, Pak Suid tampak sumringah. Illiza pun tak canggung mendorong Pak Suid di atas kursi rodanya untuk menelusuri sejenak jalanan aspal di seputaran rumahnya.

Menjelang azan Magrib berkumandang, Illiza pamit untuk pulang dan bergegas menaiki mobil dinas hitam BL 1 A. Dari jendela mobilnya, ia terlihat melambaikan tangan menyapa warganya sembari tersenyum.[]

Dishubkomintel/Red

Komentar