mukat mjc
mukat mjc

Jurnalis Aceh Dilatih Menulis Isu Perbankan

Thursday, 5 September 2013 | 21:53 WIB

gapang

Jurnalis peserta workshop meliput isu perbankan melakukan foto bersama, Sabang, Kamis. (Dok. Panitia)

Sabang | MJCnews.com – Sebanyak 15 jurnalis dari perbagal media di Aceh dilatih menulis isu ekonomi dan perbankan. Workshop yang berlangsung selama dua hari, 4-5 September di sebuah resort Pantai Gapang, Sabang, tersebut digelar oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) bekerjasama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh.

Pada pelatihan ini penyelenggara menghadirkan P. Hasudungan Sirait (Kepala Sekolah Banking Journalist Academy AJI Indonesia) sebagai pemateri utama, Kepala Divisi Pemberdayaan Komunitas Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Robby Satya Andhika (Unit Pengawasan BI Provinsi Aceh) dan Iqbal Reza Nugraha (Manager Unit Kajian Statistik dan Survei BI Provinsi Aceh).

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh Muhammad Seto Pranoto dalam sambutan saat membuka pelatihan menyebutkan, workshop meliput isu perbankan ini digelar agar adanya saling pengertian antara institusi pembuat kebijakan dengan masyarakat yang kena kebijakan.

“Pelatihan semacam ini sangat dibutuhkan apalagi jurnalis mempunyai peran penting dalam mencerdaskan masyarakat. Karena lewat pelatihan ini kita ingin melihat secara bersama-sama isu-isu dan perkembangan ekonomi di negeri ini,” sebutnya.

Menurutnya, jurnalis tak hanya memberitakan isu perbankan dan perekonomian secara musiman saja, misalnya menjelang Ramadan atau hari-hari besar keagamaan lainnya. “Perlu juga diberitakan mengenai success story mengenai UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah), biar bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat banyak,” kata Muhammad Seto.

Sementara itu, Ketua AJI Banda Aceh Maimun Saleh menyebutkan, jurnalis harus peka dalam meliput isu perbankan dan perekonomian. “Jangan hanya meliput dan menulis mengenai berapa jumlah uang receh yang disediakan BI menjelang hari raya. Ada banyak isu lain yang lebih memiliki nilai berita bagi masyarakat banyak, misalnya bagaimana mekanisme penyaluran kredit, kisah sukses, dampak melemahnya nilai tukar Rupiah bagi masyarakat di Aceh,” sebutnya.

Hasudungan Sirait saat memberikan materinya meminta peserta untuk menulis menggunakan teknik penulisan feature sehingga isu ekonomi dan perbankan menjadi menarik dan mudah dibaca oleh masyarakat awam.[]

Husaini

Komentar