mukat mjc
mukat mjc

KAPHA Serukan Stop Kekerasan terhadap Anak

Thursday, 30 May 2013 | 07:50 WIB

Kekerasan Anak

Ilustrasi. Okezone.com

BANDA ACEH | MJCnews.com — Koalisi Advokasi Pemantauan Hak Anak (KAPHA) menyerukan penghentian aksi kekerasan terhadap anak-anak di Aceh. Lembaga itu melansir data 21 kasus kekerasan seksual yang menimpa anak-anak di Aceh sepanjang 2013 ini.

Sekretaris Jenderal Koalisi Advokasi Pemantauan Hak Anak Taufik Riswan menyebutkan, tingkat kekerasan seksual terhadap anak di Aceh terbilang tinggi. Catatan mereka, dari Januari hingga April 2013 saja, ditemukan 21 kasus kekerasan seksual yang menimpa anak. Itu belum kekerasan anak –tanpa disertai kekerasan seksual– yang mencapai 32 kasus.

Menurut Taufik, di antara 21 kasus kekerasan seksual itu terdapat satu kasus yang menimpa anak lelaki. “Dia disodomi,” kata Taufik Riswan di Banda Aceh, Rabu (29/5/2013). “Dengan banyaknya kasus kekerasan terhadap anak di tahun ini, maka kami menyebut 2013 sebagai tahun darurat kemanusiaan.”

Taufik menyebutkan, kekerasan seksual menyebabkan sang anak mengalami trauma, tidak lagi berinteraksi dengan teman-temannya, bahkan keluar dari sekolah karena malu.

Mengobati trauma anak korban kekerasan seksual tersebut, kata Taufik, dibutuhkan peran serta keluarga dan masyarakat. “Perlu bimbingan dan pendampingan terhadap mereka, terutama dari kalangan keluarga,” sebutnya.

Untuk itu, KAPHA menyerukan kepada semua kalangan untuk melindungi anak-anak dari pelbagai macam kekerasan, baik fisik, psikis, ataupun seksual.

Kasus teranyar kekerasan seksual yang menimpa anak adalah pemerkosaan yang disertai pembunuhan terhadap Diana, bocah asal Kecamatan Kutaraja Banda Aceh. Ia diperkosa dan dibunuh oleh Amiruddin. Saat ini kasusnya tengah disidangkan di Pengadilan Negeri Banda Aceh. Kasus lainnya adalah yang menimpa seorang anak di Aceh Besar. Bocah 9 tahun itu diperkosa oleh seorang guru yang juga penjaga masjid.

IRMA SARI

Komentar