mukat mjc
mukat mjc

Kisah Pengajar Daerah Terpencil Difilmkan

Monday, 20 January 2014 | 10:00 WIB

bedah film

Diskusi film dokumenter 'Bagimu Negeri, Jiwa Raga Kami' di Gedung Sultan Selim II Banda Aceh, Minggu (19/1/2014). Foto Zulfan Helmi/MJCNews.com

Banda Aceh, MJCnews.com – Film dokumenter pendidikan ‘Bagimu Negeri, Jiwa Raga Kami’ diputar resmi di Gedung Sultan Selim II, Banda Aceh. Bercerita tentang para sarjana yang mengabdi di daerah terpencil, film ini cukup menggugah hati yang menontonnya.

“Setelah menonton film dokumenter Bagimu Negeri, Jiwa Raga Kami, saya sangat temotivasi untuk menjadi pengajar di daerah terpencil.” kata Ina Safria, Alumni FKIP Bahasa Inggris Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) disela pemutaran film itu, Minggu (19/1/2014).

Menurutnya, film berdurasi 30 menit yang disutradarai Fachrizan Joely itu bisa menyadarkan calon-calon guru untuk meyiapkan diri, jika ditugaskan di daerah terpencil.

Film produksi Indie Sky Video Art bekerjasama dengan Aceh Development and Research Institute itu, berkisah tentang Risa Hasibuan, Hanafi, Ira Farthia Ulfa, dan Suratman yang mengabdi sebagai guru di Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur.

Mereka adalah Sarjana Mendidik Daerah Terdepan, Terluar, Tertinggal (SM-3T) dari Universitas Negeri Medan dan Universitas Pendidikan Indonesia.

Sementara Fachrizan Joely mengatakan, film dokumenter itu digarap untuk menampilkan potret pendidikan di Aceh yang masih tertinggal, khususnya di daerah terpencil yang masih kekurangan fasilitas dan tenaga pengajar.

“Dengan film ini diharapkan guru-guru tidak hanya mau mengajar untuk daerah perkotaan saja. Daerah pengalaman juga masih membutuhkan perhatian,” ujarnya.[]

Zulfan Helmi | Mahasiswa MJC

Komentar