mukat mjc
mukat mjc

LIPI: HAM Belum Penuhi Hak Perempuan

Tuesday, 28 May 2013 | 00:22 WIB

diskusi perempuan

Diskusi LIPI di Balai Syura Urueng Inong Aceh. (Irma Sari/MJCNews)

Banda Aceh, MJCnews.com - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menilai, Hak Asasi Manusia dalam perspektif perempuan belum memenuhi hak-hak kaum hawa. Kekerasan terhadap perempuan masih saja terjadi bukan hanya di ranah publik, namun juga domestik.

Hal itu dikatakan Peneliti LIPI Jeleswari Pramowardani dalam diskusi perempuan dan konflik bertema “Perjuangan tanpa akhir menuju damai” di Kantor Balai Syura Ureung Inong Aceh di Banda Aceh.

“Dari hasil penelitian Komnas Perempuan dari tahun ke tahun kekerasan terhadap perempuan tidak hanya di ranah publik tetapi paling banyak dialami di ranah domestik (keluarga),” katanya, Senin 27 Mei 2013.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendengarkan narasi para perempuan yang berperan selama dan sesudah konflik, untuk menjawab segala permasalahan tentang suara perempuan dalam proses pembuatan hukum dan kebijakan yang masih sangat terbatas.

“Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian penelitian LIPI dengan judul besar perempuan dan hukum dalam konsepi Hak Asasi Manusia (HAM)” ujar Jeleswari.

Jeleswari melaskan, selama ini konsep HAM yang didalamnya ada hak sipil, politik, ekonomi sosial dan budaya, sering bertempat di wilayah publik. “Konsep ini yang sedang kami gugat karena HAM dalam perspektif perempuan belum memenuhi kebutuhan hak-hak perempuan,” ujarnya.

Konflik pada masa Darurat Militer (DOM), kata dia, berbeda dengan konflik masa damai. Karakter konflik masa DOM, jelas karena berhadapan dengan negara. dan sekarang lebih pada konflik horizontal dimana qanun-qanun dan kebijakan yang diterbitkan sangat diskriminasi terhadap perempuan.

Dia mencontohkan, aturan mengatur perempuan tidak boleh menari, perempuan tidak boleh keluar malam, perempuan tidak boleh duduk mengangkang. “Semua ini dengan alasan melindungi perempuan dan ternyata berimplikasi berbeda dengan yang dialami perempuan.”

Selain berdiskusi dengan dengan pegiat perempuan, LIPI juga ikut meneliti terkait isu perempuan di Aceh, dimana hasil penelitian tahunannya ini akan diberikan kepada pemerintah agar menjadi masukan dalam membuat kebijakan nantinya.
Selain di Aceh, penelitian paskakonflik ini juga dilakukan di Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan fokus issu konflik sumber daya alam dan bagaimana strategi perempuan dalam melangsungkan hidupnya.[]

Irma Sari – Mahasiswa MJC

Komentar