mukat mjc
mukat mjc

Mahasiswa Unsyiah Didorong untuk Kritis Terhadap Pelayanan di Kampus

Wednesday, 26 August 2015 | 12:36 WIB

IMG_7971

Diskusi Mendorong Peran Pemuda dalam Keterbukaan Informasi dan Pelayanan Publik di Fakultas Hukum Unsyiah, Selasa 25 Agustus 2015. [doc. panitia]

Banda Aceh, MJCnews – Universitas Syiah Kuala berkomitmen dan mengajak mahasiswanya untuk kritis terhadap keterbukaan informasi dan pelayanan. Hal tersebut disampaikan Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unsyiah, Alfiansyah Yulianur pada diskusi publik di Aula Fakultas Hukum Unsyiah, Selasa (25/8).

“Bagi kami hal keterbukaan informasi bukan hal asing dan ketika kita mendorong mahasiswa kita menjadi kritis itu pada prinsipnya ini merupakan jati diri bagi insan akademis,” sebutnya.

Menurut dia, pihaknya di kampus memposisikan diri sebagai pendidik, jadi tidak bisa tidak, melihat bahwa generasi muda kita atau mahasiswa adalah calon pemimpin masa depan. “Oleh karena itu kewajiban bagi kita semua untuk memberikan bekal kepada mereka terutama dalam hal sikap kritis.”

Selain menyampaikan harapan besarnya di hadapan mahasiswa, ia juga menyampaikan komitmen Unsyiah jika ada masyarakat yang ingin mendapatkan informasi publik dari Unsyiah, termasuk hasil MoU Unsyiah dengan Ombudsman RI perwakilan Aceh beberapa waktu lalu.

“Tindak lanjut dari MoU Unsyiah dengan Ombudsman beberapa waktu lalu mendorong kita untuk membuat Sistem Informasi Pengaduan Layanan (SIPL) di Unsyiah,” ujarnya.

Alfiansyah berharap mahasiswa untuk kritis terhadap pelayanan yang ada di Unsyiah, sehingga bila ada ketidakpuasan mereka langsung mengajukan pengaduan ke sistem pengaduan layanan di kampus dengan mengikuti prosedur yang berlaku.

Selanjutnya ia juga berharap agar Komisi Informasi Aceh (KIA) juga mengadakan kerjasama dengan Unsyiah, seperti kerjasama Unsyiah dengan Ombudsman untuk membentuk Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di Unsyiah.

Field Manager Rumoh Transparansi, Ardiansyah, dalam sambutannya berharap Diskusi Publik tersebut dapat memberikan pemahaman yang cukup nyata kepada pemuda dan pihak-pihak terkait tentang keterbukaan informasi dan pelayanan publik.

“Kepedulian ini dilakukan dalam mendorong keterbukaan informasi yang selama ini masih tertutup atau tertutupi dengan beragam kepentingan,” pungkas Ardiansyah.[]

Rilis

Komentar