mukat mjc
mukat mjc

Menakar Kekuatan Persiraja

Monday, 25 February 2013 | 19:12 WIB

Aksi-Skull

Foto.acehfootball

Di kalangan pecinta sepakbola Indonesia, nama Persiraja Banda Aceh sudah tak asing lagi. Klub yang bermarkas di stadion Dimurtala, Lampineueng ini dibentuk pada 28 Juli 1957. Tak sedikit prestasi berhasil diraihnya. Bahkan pada masa itu Persiraja termasuk tim yang disegani.

Namun bukan sejarah yang ingin kita bahas sekarang, melainkan persiapan tim tersebut untuk melakoni laga-laga IPL 2013 yang akan berlangsung besok hari.

Tim yang memiliki fans fanatik bernama Suporter Kutaraja Untuk Lantak Laju atau SKULL, boleh dikata tak siap meyongsong kompetisi. Dalam beberapa bulan terakhir pasca berakhir masim lalu Persiraja seperti mati suri. Diperparah lagi sikap pengurus yang lepas tangan.

Di musim kedua bermain IPL, Persiraja nampak sangat tidak serius menjalani kompetisi. Dua bulan lalu disaat saudara kembarnya PSLS Lhokseumawe sudah mulai menyeleksi pemain, namun tim Lantak Laju ini masih saja terlelap dalam tidurnya.

Ketika kompetesi semakin dekat masyarakat Aceh dan SKULLER terus menuntut agar Persiraja ikut kompetisi. Media juga turut mempresur agar manajemen segera ambil langkah konkrit dan Persiraja bangun dari tidurnya. Baru dua minggu menjelang pertandingan perdana, pengurus tim Lantak Laju sibuk mencari pemain dan pelatih.

Melihat realitas tersebut, jelas membuat publik sepakbola Aceh kecewa. Salah satunya M. Daan, mantan pentolan Persiraj era 80-an. “Tidak ada komentar berlebihan, ini Persiraja tak jelas,” ujarnya dengan nada kecewa seperti dilansir acehfootball.

Lebih dari itu, Persiraja dikhawatirkan akan menjadi bulan-bulanan tim lain. Pasalnya skuadra Persiraja musim ini diisi oleh pemain lokal, muda dan minim pengalaman. Bahkan Abdul Musawir Elcapiten merupakan icon Persiraja dan idola para the Skuller pun saat ini tidak ada dalam skuad besutan pelatih Maman Suryaman.

Hilangnya Para Pemain Bintang
Sedikit menoleh ke belakang. Tim yang tahun lalu diisi oleh pemain-pemain bintang lokal nan penuh talenta di lapangan juga pemain asing berkelas seperti Patrick Sofian Ghigani, sepertinya hanya akan tinggal kenangan untuk musim ini. Tabeu alias tawar itulah rasa sepakbola tim berjuluk Laskar Rencong untuk saat ini. Hanya beberapa pemian senior yang masih setia berseragam orange, seperti Erik Saputra, Mukhlis Nakata, Amiruddin, Fahrizal Dillah, Andrea dan Kurniawan.

Pemain-pemain musim lalu yang pernah memperkuat Persiraja, seperti Syakir Sulaiman dan Defri Rizky saat ini sudah dipinang tim lain. Defri kini memperkuat Persija Jakarta dan Syakir dibawa Herkis ke Persiba Balik Papan. Kedua pemain asli tanah rencong tersebut mungkin akan terus bersama Persiraja andai keseriusan pengurus tim bergerak lebih cepat.

Tak bisa dihindari lagi, mampu atau tidak mampu dalam membendung setiap serangan lawan dalam kompetisi nanti, yang pasti seluruh masyarakat Tanah Rencong selalu berharap ada yang bisa dipertontonkan oleh awak Persiraja dalam mengarungi persaingan kompetisi IPL.

Liga Indonesia akan Menjadi Satu
Keseriusan tim dalam melakoni setiap laga di kompetisi IPL tentunya harus terlihat. Sedikit melihat keadaan PSSI yang saat ini sudah mulai menemukan jalan terang. Sebagaimana beberapa kabar yang sedang beredar di media sosial, yang mungkin juga aka nada kebenarannya nanti oleh media massa, bahwa dualisme yang saat ini ada di Indonesia akan segera berakhir.

Ada kabar kompetesi di Indonesia akan disatukan. ISL dan IPL akan dileburkan. Meski masih kabur bagai rancangan kompetesi ke depan. Namun ada isu bahwa akan diambil 10 besar tim terbaik dari IPL dan 10 tim terbaik dari ISL yang akan menjadi peserta kompetesi itu.

Hal inilah yang menjadi pertimbangan para pendukung tim tanah rencong saat ini, dengan materi pemain yang seadanya, bahkan tak satupun pemain asing memperkuat Persiraja musim ini.

Akankah Persiraja mampu menembus 10 besar? Ataukah Persiraja akan menjadi juru kunci dan menjadi lumbung gol bagi lawan-lawannya?.

Semoga seluruh jajaran pelatih dan manajemen, bisa memaksimalkan pemain-pemain yang ada dan mampu untuk bicara banyak di kompetisi tahun ini. Tapi seandainya Persiraja menjadi bulan-bulanan lawan, maka hanya ada satu kesempatan untuk pengurus lantak laju, yaitu dengan mendatangkan pemain-pemain anyar dengan mobilitas tinggi ke dalam skuat tim kutaraja ini pada transfer paruh musim nanti.

Tapi, jika itu juga tidak mampu dilakukan oleh pengurus untuk mendongkrak peforma tim maka hanya lapangan hijau yang akan mampu menjawab semua masalah ini.

Bangkitlah sepakbola Aceh, Majulah sepakbola Indonesia!.

Oleh : Ariful Azmi Usman
Wartawan Olahraga MJCnews.com

Komentar