mukat mjc
mukat mjc

Protes Kinerja Dewan, Massa Bakar Kerenda Depan DPRA

Thursday, 19 October 2017 | 12:24 WIB

WhatsApp Image 2017-10-19 at 11.22.59

MJCNews – Puluhan mahasiswa dari wilayah Tengah Aceh yang tergabung dalam Aliansi Gayo Merdeka, menggelar aksi depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Kamis (19/10/2017). Aksi ini sikap protes atas kinerja anggora dewan wilayah pemilihan mereka dinilai tidak pro rakyat.

Para mahasiswa ini meluapkan rasa protes akibat kinerja anggota DPRA dari Dapil 4 wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah, sangat bobrok dan kehadiran mereka di kursi dewan tidak berdampak pada perubahan masyarakat di Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Dalam aksi tersebut para mahasiswa juga turut membawa sejumlah umbul-umbul demo serta membawakan yel-yel. Sebagai bentuk protes atas kinerja dewan yang buruk, peserta aksi membakar kerenda depan pintu masuk gedung DPRA bertulisman MATI.

Mahasiswa meminta para anggota DPRA Dapil IV untuk dipulangkan ke daerah masing-masing, kehadiran mereka sebagai perwakilan rakyat selama ini dinilai tidak memberikan perubahan yang signifikan bagi kampung halaman mereka.

“Pulang, pulang, pulangkan saja, pulangkan saja sekarang juga,” teriak mahasiswa.

Koordinator Aksi, Kiki menyatakan, sudah memasuki tahun ketiga para anggota dewan menjabat semenjak dilantik, namun tidak ada upaya memperjuangkan kepentingan daerah di level provinsi.

“Ditambah lagi wilayah Gayo tidak termasuk dalam proyek strategis Nasional. Ini membuat kesenjangan pembangunan semakin tertinggal di wilayah Tengah Aceh,” katanya.

Kiki mengatakan, sebagai daerah penghasil kopi serta komoditi expor unggulan dipandang sebelah mata oleh pemerintah.

“Aksi ini kami hanya ingin menyampaikan 6 anggota dewan dari dapil IV kalian dua dipilih melalui suara rakyat,” tegasnya.

Sementara itu, salah seorang orator saat menyampaikan orasinya menyebutkan, mereka menyayangkan sikap para anggota dewan tersebut karena menempatkan dana aspirasi di luar dapil pemilihan, salah satunya Bardan Saidi yang memberikan aspirasinya kepada kabupaten Pidie serta Ismaniar di Aceh Barat.

“Ini sangat kita sayangkan, mereka memberikan aspirasinya ke daerah lain sementara daerah sendiri masih tertinggal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Aliansi Mahasiswa Gayo Merdeka bukan bentuk gerakan separatis. Tetapi maksud kata merdeka ialah untuk memerdekakan hak-hak masyarakat di wilayah Gayo.

Pantauan MJCNews, aksi yang berlangsung sekitar 1 jam itu, tidak ada satu pun perwakilan dewan dari dapil IV yang keluar dari gedung DPRA untuk menjumpai para mahasiswa hingga akhirnya massa membubarkan diri dengan tertib.[acl]

Zuhri Noviandi

Komentar